11 November 2010, Klenteng
Kau berdiri tepat di depan sebuah
patung Budha berwajah empat. Patung itu sangatlah besar dan tinggi, berlapis
emas. Memiliki empat sisi wajah, depan, belakang, kiri dan kanan. Semua sisi
memiliki arti tersendiri di mana setiap sisi mengikuti arah mata angin. Dan kau
ada dibawah tepat patung Budha tersebut. Yang diam membisu. Sama bisunya
seperti dirimu di masa lampau, ketika kau adalah Ming. Ya, Ming yang berkelana
dari masa ke masa, menuju jasad baru untuk kemudian menyelesaikan
tugas-tugasnya di dunia. Pada cerita cintanya yang telah kandas. Sebelumnya,
tak terbesit sekalipun di dalam pikiranmu untuk mendatang sebuah kuil, klenteng
dan menemui Budha. Kau membantu Ming untuk menemukan belahan jiwanya.
Ming.
Mencari
sang jenderal yang telah lama menghilang. Ming, seorang gadis Mongolia di mana
ia sangat mencintai sang jenderal.
Kau
berdiri tepat di depan sebuah patung Budha. Dan kau pun mengepalkan jemarimu
seraya berdoa. Kau pejamkan mata rapat-rapat, mencoba untuk masuk ke dalam
ruang batin agar bisa menembus dinding Sang Budha.